Implementasi Keamanan Aplikasi Web Berbasis PHP dan MySQL pada Windows Server - UAS

|

 


Dalam praktikum Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Keamanan Sistem Informasi, mahasiswa berperan sebagai administrator sistem yang bertanggung jawab untuk melakukan implementasi sekaligus pengamanan aplikasi web berbasis PHP dan MySQL pada lingkungan Windows Server. Praktikum ini bertujuan memberikan pengalaman langsung mengenai proses instalasi, konfigurasi, serta penerapan berbagai mekanisme keamanan agar aplikasi dapat beroperasi dengan baik dan terlindungi dari potensi ancaman. 

Beberapa tahapan yang dilakukan meliputi konfigurasi Apache Web Server sebagai layanan web, pembuatan Virtual Hard Disk (VHD) sebagai media penyimpanan tambahan, proses import database MySQL, penerapan enkripsi password administrator menggunakan algoritma MD5, serta pengamanan file aplikasi melalui pengaturan atribut Read Only (ATTRIB +R). Setiap proses dilengkapi dengan dokumentasi berupa screenshot dan penjelasan langkah-langkah implementasi sebagai bukti bahwa seluruh tahapan telah berhasil dijalankan.

Melalui rangkaian praktikum ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya penerapan aspek keamanan dalam pengelolaan sistem informasi berbasis web. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai bagaimana menjaga kerahasiaan data (confidentiality), memastikan integritas data (integrity), serta menjamin ketersediaan layanan (availability) sehingga aplikasi dapat digunakan secara aman, stabil, dan andal.


1. Implementasi Apache Web Server: 

Tujuan

Melakukan konfigurasi dan implementasi Apache Web Server pada Windows Server agar aplikasi berbasis PHP dan MySQL dapat dijalankan dengan baik melalui browser.

Langkah-langkah Implementasi
1. Menyalin folder aplikasi yang telah disediakan ke dalam direktori web server, misalnya pada folder C:\AppServ\www\jasa.
2. Menjalankan layanan Apache dan MySQL, kemudian memastikan kedua layanan tersebut berstatus aktif.
3. Membuka web browser dan mengakses alamat:
http://localhost/jasa/
4. Memastikan aplikasi berhasil dimuat dan halaman login administrator tampil tanpa adanya pesan kesalahan.

Hasil Implementasi

Proses implementasi Apache Web Server berhasil diselesaikan. Aplikasi dapat diakses melalui alamat localhost menggunakan browser, dan halaman Login Admin ditampilkan dengan normal. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi web server telah berhasil dilakukan sehingga aplikasi PHP dan MySQL dapat berjalan sebagaimana mestinya.

2. Virtual Hard Disk (VHD)
Pembuatan Virtual Hard Disk (VHD)


Membuat media penyimpanan virtual (Virtual Hard Disk/VHD) sebagai tempat penyimpanan data aplikasi dengan menggunakan sistem file NTFS agar pengelolaan data menjadi lebih rapi dan terorganisir.

Langkah-langkah Pengerjaan

  1. Membuka utilitas Disk Management pada Windows Server.
  2. Membuat sebuah Virtual Hard Disk (VHD) dengan kapasitas sebesar 15 GB.
  3. Melakukan proses Initialize Disk agar VHD dapat dikenali oleh sistem operasi.
  4. Membuat partisi baru menggunakan fitur New Simple Volume.
  5. Memformat partisi menggunakan sistem file NTFS.
  6. Menentukan drive letter untuk memudahkan proses akses ke virtual drive.
  7. Membuat folder utama dengan nama "Steven" sebagai direktori penyimpanan sesuai ketentuan.

Hasil

Virtual Hard Disk berhasil dibuat dengan kapasitas 15 GB dan telah diformat menggunakan sistem file NTFS. Selain itu, drive virtual telah memperoleh drive letter sehingga dapat digunakan dengan baik, serta folder utama bernama "Steven" berhasil dibuat sebagai lokasi penyimpanan data aplikasi.



3. Analisis Migrasi & Import Database

Pada tahap ini dilakukan proses import database ke dalam server MySQL menggunakan aplikasi phpMyAdmin. Langkah awal yang dilakukan adalah membuat sebuah database baru sesuai dengan nama yang telah ditentukan. Setelah database berhasil dibuat, dipilih menu Import, kemudian file database dengan ekstensi .sql dipilih dan dieksekusi hingga proses impor selesai.

Proses ini bertujuan untuk memasukkan seluruh komponen database, meliputi struktur tabel, field, relasi, serta data yang telah disiapkan ke dalam MySQL. Setelah proses import selesai, dilakukan verifikasi dengan memeriksa daftar tabel pada database untuk memastikan seluruh data berhasil dimasukkan tanpa mengalami kendala atau kesalahan.


4. Perancangan Topologi & IP Jaringan

Pada tahap ini dilakukan penerapan mekanisme keamanan pada data akun administrator dengan menggunakan algoritma hash MD5. Proses dilakukan melalui phpMyAdmin dengan mengubah nilai password menjadi bentuk hash menggunakan fungsi MD5 sebelum disimpan ke dalam database.

Penerapan algoritma MD5 bertujuan untuk meningkatkan keamanan data login, sehingga password tidak lagi disimpan dalam bentuk teks biasa (plain text). Dengan demikian, apabila database diakses oleh pihak yang tidak berwenang, isi password tidak dapat langsung diketahui. Setelah proses enkripsi selesai, dilakukan pengujian login menggunakan akun administrator untuk memastikan sistem masih dapat melakukan proses autentikasi dengan benar.

Hasil

Implementasi enkripsi password menggunakan algoritma MD5 berhasil diterapkan. Sistem mampu mengenali password yang telah diubah ke dalam bentuk hash dan proses login administrator dapat dilakukan tanpa kendala, sehingga keamanan data autentikasi menjadi lebih baik.


Setelah seluruh proses konfigurasi aplikasi dan database selesai dilakukan, tahap berikutnya adalah menguji fungsi login administrator. Pengujian dilakukan dengan memasukkan username dan password yang telah tersimpan dalam bentuk hash MD5 pada halaman Login Admin.

Sistem kemudian memverifikasi data yang dimasukkan dan berhasil melakukan proses autentikasi. Setelah login berhasil, pengguna secara otomatis diarahkan menuju halaman dashboard aplikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa integrasi antara aplikasi PHP, Apache Web Server, dan database MySQL telah berjalan dengan baik serta seluruh konfigurasi yang telah dilakukan berhasil diterapkan.

Hasil

Pengujian login berhasil dilakukan tanpa mengalami kendala. Administrator dapat masuk ke halaman dashboard menggunakan akun yang password-nya telah dienkripsi dengan MD5, sehingga dapat disimpulkan bahwa proses autentikasi dan koneksi antara aplikasi, web server, serta database telah berfungsi dengan baik.

5. Validasi Integritas & Modifikasi Halaman

Pada tahap awal dilakukan pengujian terhadap aplikasi dengan mengakses halaman Login Admin melalui browser menggunakan alamat http://localhost/jasa. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan Apache Web Server telah berjalan dengan baik serta aplikasi dapat diakses tanpa mengalami kendala.

Setelah alamat tersebut dibuka, halaman Login Admin berhasil ditampilkan dengan normal. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi web server telah berhasil diterapkan dan aplikasi dapat diakses melalui browser. Halaman login tersebut berfungsi sebagai gerbang autentikasi bagi administrator sebelum memperoleh hak akses ke dalam sistem.


Setelah username dan password dimasukkan pada halaman login, sistem melakukan proses verifikasi dengan membandingkan data yang diinput dengan data yang tersimpan pada database. Karena informasi yang dimasukkan sesuai, proses autentikasi berhasil dilakukan dan administrator diarahkan ke halaman dashboard aplikasi.

Hasil

Proses login berhasil dilakukan tanpa kendala. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi PHP, database MySQL, serta mekanisme autentikasi telah saling terintegrasi dengan baik sehingga sistem dapat diakses oleh administrator sesuai hak akses yang dimiliki.

- Pada tahap ini dilakukan pengamanan terhadap file utama aplikasi menggunakan Command Prompt. Pengamanan dilakukan dengan menjalankan perintah:


Perintah tersebut digunakan untuk mengubah atribut file menjadi Read Only, sehingga file tidak dapat diubah atau diedit secara langsung tanpa mengubah atributnya terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan aplikasi serta mengurangi risiko perubahan file oleh pihak yang tidak berwenang.

Hasil


Atribut Read Only berhasil diterapkan pada file index.php, sehingga file memperoleh perlindungan tambahan terhadap modifikasi yang tidak diinginkan dan integritas aplikasi dapat tetap terjaga.













Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar